Small note from naruto

Belakangan ini sy kembali iseng buka2 komik naruto di situs mangasee, rupanya sudah ceritanya sudah tamat dan saya blm baca semua. Di beberapa bagian terakhir entah mengapa saya menemukan tips2 ringan diantara tumpukan filosofi berat ala jepang dibalik cerita komik tsb.
Beberapa yg sempat saya catat antara lain:
1. Jgn bergantung pada reminder, jam tangan, note, atau alat lain utk mengingat sesuatu….ingatlah dgn otakmu. Pesan ini tersisip saat duel sasuke vs danzo, dmn danzo yg harusnya bs menang ternyata kalah krn diperdaya sasuke dgn memanipulasi indikator energi milik danzo. Ini seperti kakek tua yg jarum jam tangan nya diubah oleh anak kecil saat si anak ingin main keluar rumah tidak pada jam yg disepakati.

2. Dont get sidetracked, kira2 artinya fokuslah pada tujuan awal. Sebenarnya ini hanya satu halaman percakapan antara kakashi dan obito saat flashback di masa kecil mereka dmn obito sering telat krn mengerjakan hal2 lain saat perjalanan menuju meeting point. Kakashi memang lbh efisien dan unggul sejak kecil meski saat dewasa mereka dapat bertarung imbang.

Sebenarnya masih ada bebrapa namun yang paling ngena utk saya yg sering bergantung pada notes dan get sidetracked ya dua itu.

Advertisements

Welcome back

Ngeblog lagi setelah setahun vakum. Rasanya sudah lama tidak membuka editor wordpress, ini pun yg saya buka adalah versi mobile, saya buka karena praktis,tidak harus membuka laptop. Menjadi orang tua memang menyita banyak waktu drumah,hampir tidak ada lagi yang namanya

“my time”. Prasanta kecil saya rupanya bukan anak yg suka didiamkan.
Saya bukan orang yang self motivated, jadi dorongan kembali ngeblog datang stlh saya iseng membuka kembali rahard.wordpress.com, alasan yg sama yang membuat saya ngeblog pertama kali. Karena dorongan ini berbarengan datangnya dgn keinginan saya menginstall apk baru, jadilah ujungnya saya install wordpress, pikir saya sembari mencoba dan mempelajari fitur2nya.
Sejalan dengan paradigma update data everywhere yg dibawa oleh kemajuan teknologi sipil masa kini. Orang katrok yg ga begitu tertarik dgn tech seperti saya pun terdorong utk mencoba, untuk tahu media online apa yang paling cocok saya bawa dlm genggaman.
Setelah mencoba facebook tentu saya tidak tertarik lagi mencoba twitter, krn menurut sy mereka satu genus, facebook menarik tp saya gak begitu sreg ( sy ngetes italic..hehe), terlalu bnyk noise. Kemudian saya coba instagram, saya buat akun utk bayi Prasanta. Saya mencoba filter gambarnya yg kesohor itu, sangat inspiratif, tapi rupanya bahasa gambar bukanlah bahasa saya. Menambah filter gambar pada IG seperti menulis informasi tambahan mengenai perasaan kita pada gbr tsb, namun dsaat bersamaan menghilangkan informasi mengenai detail gbr aslinya, setidaknya itu yg saya rasakan. Ok…jadi yg terakhir ya….wordpress…krn kebetulan blognya sebelumnya sudah ada. Saya bisa menaruh informasi sesuka saya…menambahkan tanpa mengurangi….melakukan sensor….menciptakan sarkasme…menyisipkan informasi tersembunyi.
Oh ya…youtube…saya blm mencoba…mungkin nanti saya merekam videonya si Prasanta, hmnm….tapi IG kan bs video juga ya, dan sepertinya tidak bs didonlot.

Bakteri, antibiotik, dan War Of The World

Saya berkali-kali nonton film war of the worlds tapi gak gitu ngeh bahwa si alien itu mampusnya kenapa. Belakangan
ini saya suka baca aeon magazine online, lalu saya nemu artikel soal bakteri berjudul “Coincidental Killer” –
Pembunuh kebetulan, gak sengaja membunuh tanpa ada maksud
membunuh. Dan korban yang terbunuh disebut “Collateral Victim” – warga sipil yang terbunuh ditengah-tengah
perang.

Ada beberapa hal yang saya jadikan catatan setelah membaca artikel tersebut.

Pertama, bakteri tidak pernah bermaksud membunuh manusia atau hewan atau alien pada film War of the World, bakteri
hanya berusah bertahan hidup dan meneruskan keturunannya. Bertahan dari predator…dan bakteri lain.

Kedua, bakteri telibat perang dengan bakteri lain. Ini sudah berlangsung sejak manusia belum ada dan sampai saat
ini. Dengan apa mereka saling bunuh… yap… ANTIBIOTIK. jadi antibiotik bukanlah temuan manusia, live with that..

Ketiga, rating film War of the World ga bagus karena mungkin mayoritas penonton gagal paham filosofi ceritanya.
Yang dimaksud War of the world adalah perang antar bakteri. Manusia dan..si alien naas itu cuma “Collateral Victim”, gak signifikan. Bintang utamanya adalah bakteri…yang sejak awal film tak kasat mata.. a Coincidental Killer

Yes..we’re just a vessel…in the middle of the war…live with that

Saat kita merenungkan ini … siapa peduli soal pilpres

Google Ngram Viewer

Saya baru aja mencoba google Ngram viewer. Ngram viewer adalah alat untuk melihat banyaknya jumlah term atau collocation muncul dalam buku2 yang sudah diketahui oleh google secara time series
Term adalah suatu kata/istilah. Collocation adalah dua atau lebih kombinasi term yang muncul berurutan pada satu teks yang sama. Ngram menunjukkan jumlah term yang membentuk collocation tersebut, 1-gram (love), 2-gram (my love), 3-gram (salt water fish)..hehe
saya mencoba “search engine”, dan ternyata memang baru populer tahun 2000-an
Karena ilmu dan buku2 tentang search engine memang baru populer di abad 21

Kemudian saya mencoba “origin of species”-judul buku yang sangat terkenal karangan Charles Darwin
ternyata memang pada abad 21 sudah jarang dibahas pada buku maupun tulisan lainnya

jadi ngram viewer ini memang menarik

Image

Image

They’re Made out of Meat

“They’re made out of meat.”

“Meat?”

“Meat. They’re made out of meat.”

“Meat?”

“There’s no doubt about it. We picked up several from different parts of the planet, took them aboard our recon vessels, and probed them all the way through. They’re completely meat.”

“That’s impossible. What about the radio signals? The messages to the stars?”

“They use the radio waves to talk, but the signals don’t come from them. The signals come from machines.”

“So who made the machines? That’s who we want to contact.”

“They made the machines. That’s what I’m trying to tell you. Meat made the machines.”

“That’s ridiculous. How can meat make a machine? You’re asking me to believe in sentient meat.”

“I’m not asking you, I’m telling you. These creatures are the only sentient race in that sector and they’re made out of meat.”

“Maybe they’re like the orfolei. You know, a carbon-based intelligence that goes through a meat stage.”

“Nope. They’re born meat and they die meat. We studied them for several of their life spans, which didn’t take long. Do you have any idea what’s the life span of meat?”

“Spare me. Okay, maybe they’re only part meat. You know, like the weddilei. A meat head with an electron plasma brain inside.”

“Nope. We thought of that, since they do have meat heads, like the weddilei. But I told you, we probed them. They’re meat all the way through.”

“No brain?”

“Oh, there’s a brain all right. It’s just that the brain is made out of meat! That’s what I’ve been trying to tell you.”

“So … what does the thinking?”

“You’re not understanding, are you? You’re refusing to deal with what I’m telling you. The brain does the thinking. The meat.”

“Thinking meat! You’re asking me to believe in thinking meat!”

“Yes, thinking meat! Conscious meat! Loving meat. Dreaming meat. The meat is the whole deal! Are you beginning to get the picture or do I have to start all over?”

“Omigod. You’re serious then. They’re made out of meat.”

“Thank you. Finally. Yes. They are indeed made out of meat. And they’ve been trying to get in touch with us for almost a hundred of their years.”

“Omigod. So what does this meat have in mind?”

“First it wants to talk to us. Then I imagine it wants to explore the Universe, contact other sentiences, swap ideas and information. The usual.”

“We’re supposed to talk to meat.”

“That’s the idea. That’s the message they’re sending out by radio. ‘Hello. Anyone out there. Anybody home.’ That sort of thing.”

“They actually do talk, then. They use words, ideas, concepts?”

“Oh, yes. Except they do it with meat.”

“I thought you just told me they used radio.”

“They do, but what do you think is on the radio? Meat sounds. You know how when you slap or flap meat, it makes a noise? They talk by flapping their meat at each other. They can even sing by squirting air through their meat.”

“Omigod. Singing meat. This is altogether too much. So what do you advise?”

“Officially or unofficially?”

“Both.”

“Officially, we are required to contact, welcome and log in any and all sentient races or multibeings in this quadrant of the Universe, without prejudice, fear or favor. Unofficially, I advise that we erase the records and forget the whole thing.”

“I was hoping you would say that.”

“It seems harsh, but there is a limit. Do we really want to make contact with meat?”

“I agree one hundred percent. What’s there to say? ‘Hello, meat. How’s it going?’ But will this work? How many planets are we dealing with here?”

“Just one. They can travel to other planets in special meat containers, but they can’t live on them. And being meat, they can only travel through C space. Which limits them to the speed of light and makes the possibility of their ever making contact pretty slim. Infinitesimal, in fact.”

“So we just pretend there’s no one home in the Universe.”

“That’s it.”

“Cruel. But you said it yourself, who wants to meet meat? And the ones who have been aboard our vessels, the ones you probed? You’re sure they won’t remember?”

“They’ll be considered crackpots if they do. We went into their heads and smoothed out their meat so that we’re just a dream to them.”

“A dream to meat! How strangely appropriate, that we should be meat’s dream.”

“And we marked the entire sector unoccupied.”

“Good. Agreed, officially and unofficially. Case closed. Any others? Anyone interesting on that side of the galaxy?”

“Yes, a rather shy but sweet hydrogen core cluster intelligence in a class nine star in G445 zone. Was in contact two galactic rotations ago, wants to be friendly again.”

“They always come around.”

“And why not? Imagine how unbearably, how unutterably cold the Universe would be if one were all alone …”

the end

Cerpen ini ditulis ole Terry Bison pada April 1991 dan dinominasikan untuk Nebula Award. Diambil dari buku ‘Bears Discover Fire’

We Just DOnt Care

Let’s go to the park
I wanna kiss you underneath the stars
Maybe we’ll go too far
We just don’t care,
We just don’t care,
We just don’t care.

You know I love you when you’re loving me
Sometimes it’s better when it’s publicly
I’m not ashamed, I don’t care who sees
Us hugging & kissing our love exhibition all

We’ll rendezvous out on the fire escape
I’d like to set off an alarm today
The love emergency don’t make me wait
Just follow I’ll lead you
I urgently need you

Let’s go to the park
I wanna kiss you underneath the stars
Maybe we’ll go too far
We just don’t care
We just don’t care
We just don’t

Let’s make love, let’s go somewhere they might discover us
Let’s get lost in lust
We just don’t care,
We just don’t care,
We just don’t care.

I see you closing down the restaurant
Let’s sneak and do it when your boss is gone
Everybody’s leaving we’ll have some fun
Or maybe it’s wrong but you’re turning me on.
Ooh, we’ll take a visit to your Mama’s house
Creep to the bedroom while your Mama’s out
Maybe she’ll hear it when we scream and shout
And we’ll keep it rocking until she comes knocking

Let’s go to the park
I wanna kiss you underneath the stars
Maybe we’ll go too far
We just don’t care,
We just don’t care,
We just don’t…

Let’s make love,
Let’s go somewhere they might discover us.
Let’s get lost in lust
We just don’t care,
We just don’t care,
We just don’t care.

If we keep up on this fooling around
We’ll be the talk of the town
I’ll tell the world I’m in love any time
Let’s open up the blinds ’cause we really don’t mind

Ooh I don’t care about the propriety
Let’s break the rules and ignore society
Maybe our neighbors like to spy, it’s true
So what if they watch when we do what we do

Oh, let’s go to the park
I wanna kiss you underneath the stars
Maybe we’ll go too far
We just don’t care,
We just don’t care,
We just don’t…

Let’s make love, let’s go somewhere they might discover us…

Ragu dan yakin

Meragukan sesuatu itu keren…

meragukan sesuatu membuat kita berpikir,…apa iya begitu, apa ga ada cara lain
masa sih kaya gitu, jangan-jangan enggak..

meragukan sesuatu membuat kita waspada, nanti gimana ya…,kalo terjadi gini gimana,
kalo responnya gitu gimana

meragukan membuat kita mencari tau,….mungkin ada cara lain, mungkin sebenarnya tidak begitu

tapi meragukan sesuatu itu berat

kebalikannya

meyakini sesuatu memang membuat kita tampak bodoh….tapi..meringankan

seperti…

saya yakin Tuhan ada…

Jadi saya ga perlu pusing mencari tau dimana Tuhan

saya yakin kalo kita bertingkah baik akan diberi jalan yang baik oleh-Nya..

jadi saya ga perlu repot bereksperimen membuktikan kalo ga baik nanti hasilnya gimana ya

Hmmmm….

Kalo udah capek ragu…Yakinlah

bertemu iblis

ternyata iblis itu memang ada dalam bentuk nyata manusia di dunia ini …kemaren saya ketemu satu

iblis ini haus kekuasaan, trik-trik nya dalam menghadapi lawan-lawannya sangat menjijikan, penipuan, melakukan kambing hitam, menodai ilmu pengetahuan, menyuap, mengambil yang bukan haknya

begitu bertemu dengan orangnya pasti langsung tau kalo dia iblis, auranya sangat menyesakkan, berbeda…

dia menggunakan cara licik untuk mendapatkan kekuasaan dan menilep uang, sangat menjijikkan

nama iblis itu : F6f605TDRY4*1SF6

maaf saya encrypt…cuma buat curhatan, klo ga diencrypt nanti bisa-basi say mesti ikutan cari suaka ke rusia

atribut dan pemiliknya

tak adil untuk kesal pada matahari karena sinarnya membakar kulit
karena matahari dan sinarnya tak selalu bersama

tak perlu untuk silau pada si cantik karena kecantikannya
karena si cantik dan kecantikannya suatu saat pasti berpisah

tak peru juga untuk terlalu kagum pada si cerdas karena kecerdasannya
karena si cerdas dan kecerdasannya mungkin akan musuhan besok

tak perlu juga untuk membenci si jahat karena kejahatannya
karena mereka adalah dua entitas berbeda….. pun tak selalu bersama

tak perlu kita mencemooh si bodoh karena kebodohannya
karena bisa saja nanti kebodohannya akan menghampiri kita…dan jadi kebodohan kita

tak perlu juga terlalu kasihan pada si sedih karena kesedihannya
karena mungkin nantinya kesedihan akan memilih berteman dengan kita

atribut dan si pemilik atribut hanyalah mainan bongkar pasang
bongkar…pindahkan…pasang
..mudah sekali
jadi tak perlu terlalu diambil hati

dan maka akhirnya
tak perlu juga si hidup terlalu erat memeluk kehidupan
toh nantinya mereka pasti akan berpisah

Indonesia yang Cerdas dan Sehat

Saya baru habis nonton ini

Gak…gak… gak mau ngomongin soal Gita Wirjawan, meskipun memang keren, super keren.

Saya ga begitu suka sesuatu yang ketokohan, hmmm…maksudnya saat saya denger seseorang ngomong, saya lebih suka denger omongannya aja tanpa mempedulikan orangnya siapa. dengan begitu saya bisa lebih jernih mencerna apa yang dia omongin. Tulisan juga gitu. Musik juga gitu. Meskipun klo yang ngomong profesor, presiden, menteri, pemuka agama ato siapapun, yang penting omongannya, pikirannya, bukan orangnya.

Jadi pertanyaan terakhir yang dijawab di wawancara diatas adalah. “Tolong sebutkan 2 kata untuk Indonesia”…Gita bilang Cerdas…dan ….Sehat. Kenapa cerdas dan sehat menjadi prioritas utama, bukan adil, tentram, damai, sejahtera motherfuckinshit.

Sumber daya pemerintahan itu terbatas. Ini pikiran saa aja. Saya berpikir sumberdaya di pemerintahan itu terbatas, sangat. Jadi sekian banyak mimpi2 negara yang baik semacam swasembada segalanya dan menghilangkan kemacetan dan lain2, cuma sedikit yang akan bisa dipenuhi, atau mungkin tidak akan ada yang bisa dipenuhi sama sekali. Cerdas….jika masyarakat Indonesia cerdas, mereka akan bisa mengatur diri mereka sendiri untuk bisa mencapai kesejahteraan, masyarakat yang cerdas akan mampu memilih wakil rakyat yang cerdas dan akhirnya menghasilkan keputusan yang cerdas dan memberikan efek yang baik terhadap negara. Masyarakat yang cerdas akan mampu mengatur diri mereka sendiri agar jalan raya tidak macet, mengendalikan inflasi dengan mengatur antara pegeluaran dan investasi, mengendalikan diri agar tercipta suasana aman dan nyaman di lingkungan mereka. masyarakat yang cerdas sadar akan aturan dan mau mengikuti aturan demi kebaikan mereka sendiri. Masyarakat yang cerdas tidak akan kalah oleh segala bentuk provokasi. Masyarakat yang cerdas tidak suka kekerasan. Masyarakat yang cerdas akan menjadikan negara mereka lebih baik.

Sehat adalah syarat mutlak untuk menjadi cerdas. Masyarakat yang sehat akan memikirkan kesehatannya secara berkelanjutan. Masyarakat yang sehat tidak akan mengotori sungainya sendiri. Masyarakat yang sehat memilih untuk bersepeda atau berjalan kaki jika pergi ketempat yang tidak terlalu jauh. Masyarakat yang sehat akan mampu berkerja dalam durasi yang lebih panjang dan lebih produktif. Masyarakat yang sehat mendongkrak PDB mereka sendiri. Masyarakat sehat tidak peduli pada asuransi. Masyarakat yang sehat tidak keberatan membayar pajak karena mereka tidak perlu sering kedokter.

Negara tidak bisa mengatur segalanya, mengendalikan inflasi, meningkatkan PDB, meningkatkan penerimaan pajak, menyejahterakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, menguangi kemacetan….semua terlalu berat apabila dibebankan hanya kepada pemerintah…..yang terbatas otaknya, terbatas tenaganya, …pemerintah hanya sekumpulan manusia.

Tapi……Cerdas dan Sehat…..sepertinya masih feasibel untuk diwujudkan…masih masuk akal. Saya suka orang yang masuk akal.